Geely Bawa Monjaro untuk Bersaing dengan Skoda dan Peugeot di Pasar SUV Global
Geely, raksasa otomotif asal China yang semakin agresif memperluas jangkauannya, dikabarkan tengah bersiap menghadirkan SUV plug-in hybrid (PHEV) andalannya, Geely Monjaro, ke pasar Eropa, termasuk Inggris Raya. Langkah strategis ini menempatkan Monjaro langsung berhadapan dengan pemain mapan di segmen SUV kelas D, seperti Peugeot 5008 dan Skoda Kodiaq. Kehadiran Monjaro menjadi simbol ambisi Geely untuk membuktikan bahwa kendaraan asal China kini mampu bersaing secara kualitas, teknologi, dan efisiensi dengan merek-merek Eropa yang telah lama mendominasi pasar.
Laporan dari Autocar menyebutkan bahwa SUV berdimensi panjang 4.770 milimeter ini dijadwalkan untuk mendarat di pasar Inggris pada tahun depan. Monjaro bukan sekadar SUV biasa; ia membawa teknologi powertrain hybrid mutakhir bernama EM-i, yang sebelumnya telah diperkenalkan pada model Geely Starray yang berukuran lebih ringkas. Sistem EM-i ini menjadi daya tarik utama karena memberikan efisiensi bahan bakar yang signifikan sekaligus performa bertenaga, sebuah kombinasi yang sangat dicari oleh konsumen SUV modern di Eropa saat ini.
Meskipun detail spesifik mengenai spesifikasi teknis untuk pasar Inggris belum dirilis secara resmi, banyak pengamat industri otomotif merujuk pada performa sistem EM-i yang terpasang pada Geely Starray sebagai gambaran kemampuan Monjaro. Starray EM-i memadukan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga mencapai 258 bhp. Keunggulan utama dari sistem ini adalah ketersediaan dua opsi kapasitas baterai yang memungkinkan mobil menempuh jarak hingga 81 mil (sekitar 130 kilometer) hanya dengan tenaga listrik, tanpa harus mengaktifkan mesin pembakaran internal.
Perbedaan fundamental yang akan membedakan Monjaro dari saudaranya, Starray, terletak pada sistem penggeraknya. Jika Starray menggunakan konfigurasi penggerak roda depan (front-wheel drive), Monjaro akan dilengkapi dengan sistem penggerak semua roda (all-wheel drive). Penambahan sistem AWD pada varian PHEV ini diprediksi akan meningkatkan stabilitas, traksi, dan performa di berbagai kondisi jalan, yang menjadikannya lebih kompetitif saat bersaing dengan Skoda Kodiaq yang dikenal unggul dalam kenyamanan berkendara di segala medan.
Strategi peluncuran global Geely untuk Monjaro dilakukan secara bertahap. Setelah debut di Mesir bulan ini, Geely akan memperluas ketersediaan model ini ke pasar internasional lainnya. Untuk kawasan Eropa, unit ini saat ini sedang dalam tahap perencanaan matang, dengan fokus pada penyesuaian regulasi emisi dan preferensi konsumen lokal. Geely tampaknya sangat berhati-hati dalam merancang langkah masuknya agar bisa langsung merebut hati pasar yang cukup kritis terhadap standar emisi dan kualitas interior.
Pasar Inggris sendiri saat ini sedang dibanjiri oleh gelombang SUV segmen D asal China yang menawarkan nilai tambah berupa teknologi berlimpah dengan harga kompetitif. Monjaro harus bersiap menghadapi rival tangguh seperti Omoda 9, Jaecoo 8, MG HS, BYD Seal-U, hingga Leapmotor C10. Persaingan ini bukan hanya soal harga, melainkan soal ekosistem digital di dalam kabin, kualitas material interior, dan kemudahan layanan purnajual yang menjadi perhatian utama konsumen Inggris.
Terkait harga, meski belum ada pengumuman resmi, para analis pasar otomotif memprediksi banderol awal Monjaro akan berada di kisaran 40.000 euro atau sekitar Rp600-700 jutaan. Harga ini menempatkan Monjaro tepat di atas Starray dan secara strategis sejajar dengan para pesaingnya dari Eropa. Posisi harga ini dianggap sangat rasional untuk sebuah SUV dengan teknologi PHEV yang menawarkan jarak tempuh listrik yang cukup jauh, mengingat banyak pesaing di kelas yang sama masih bergelut dengan sistem hybrid konvensional atau mild-hybrid.
Keunggulan Geely dalam hal inovasi teknologi tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan rekor penjualan yang mencatatkan pertumbuhan signifikan pada semester pertama tahun ini, Geely memiliki modal finansial dan teknis yang kuat untuk melakukan penetrasi pasar. Selain itu, kolaborasi mereka dengan merek-merek di bawah payung grupnya—seperti Volvo, Lotus, dan Polestar—memberikan keuntungan kompetitif dalam hal riset dan pengembangan (R&D) yang terintegrasi. Hal ini terlihat jelas pada desain interior Monjaro yang sering disebut-sebut memiliki kualitas material premium dan estetika desain yang tidak kalah dengan mobil mewah Eropa.
Teknologi EM-i yang diusung Monjaro bukan sekadar tren, melainkan respon Geely terhadap kebutuhan pasar akan transisi energi. Di saat banyak produsen Eropa masih berupaya menyeimbangkan antara mesin pembakaran internal dan elektrifikasi penuh, Geely menawarkan jalan tengah yang sangat menarik melalui teknologi Plug-in Hybrid yang efisien. Dengan jangkauan listrik murni yang mencapai 81 mil, banyak pengguna yang dapat melakukan aktivitas komuter harian tanpa mengonsumsi setetes pun bensin, sebuah keunggulan yang sangat relevan dengan kebijakan pajak karbon yang ketat di Inggris dan Eropa.
Secara desain, Monjaro menampilkan bahasa visual yang maskulin dan tegas. Gril depan yang besar dengan aksen krom, garis bodi yang tajam, serta lampu depan LED yang modern memberikan kesan kokoh. Interiornya pun dirancang dengan filosofi "oriental luxury", yang mengutamakan kenyamanan pengemudi dan penumpang melalui penggunaan layar instrumen digital yang luas, sistem hiburan yang responsif, dan ruang kabin yang lapang. Dimensi panjang 4.770 mm memberikan ruang kaki yang lega di baris kedua, menjadikannya pilihan menarik bagi keluarga yang membutuhkan SUV fungsional.
Dilihat dari perspektif pasar global, langkah Geely membawa Monjaro ke Inggris adalah ujian sesungguhnya bagi merek tersebut. Jika Monjaro mampu diterima dengan baik dan mendapatkan ulasan positif dari jurnalis otomotif Inggris, hal ini akan membuka pintu bagi model-model Geely lainnya untuk mendominasi pasar Eropa lebih luas lagi. Keberhasilan ini juga akan memaksa produsen tradisional seperti Peugeot dan Skoda untuk mempercepat inovasi mereka, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen karena mendapatkan pilihan produk yang lebih baik dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebagai penutup, Geely Monjaro merepresentasikan masa depan otomotif China yang tidak lagi sekadar menjadi pengikut, melainkan pemimpin inovasi. Dengan kombinasi teknologi PHEV yang mumpuni, sistem penggerak AWD yang tangguh, serta desain yang disesuaikan dengan selera global, Monjaro memiliki modal yang cukup kuat untuk mengguncang dominasi SUV tradisional di Eropa. Dunia kini menantikan debut resminya di pasar Inggris, yang diharapkan menjadi titik balik bagi Geely dalam upaya mereka untuk menjadi pemain utama di panggung otomotif dunia, menantang hegemoni merek-merek yang sudah puluhan tahun bercokol di puncak klasemen penjualan.

