Uncategorized

Aida S. Budiman Bertekad Bawa Bank Indonesia Jadi yang Terbaik di Emerging Markets

5 min read

Aida S. Budiman Bertekad Bawa Bank Indonesia Jadi yang Terbaik di Emerging Markets

Calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, menegaskan komitmen ambisiusnya untuk mentransformasi bank sentral Indonesia menjadi institusi paling kredibel dan unggul di antara negara-negara berkembang (emerging markets). Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang berlangsung di hadapan Komisi XI DPR RI pada Rabu (26/8/2026), Aida memaparkan visi strategis yang berfokus pada penguatan kredibilitas kebijakan, relevansi domestik, serta sinergi lintas sektor demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Aida menekankan bahwa status sebagai bank sentral terbaik di emerging economies bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah standar kualitas yang harus dijaga melalui penerapan teori ekonomi terkini serta best practices berskala internasional. Baginya, BI harus mampu berdiri sejajar dengan bank sentral negara maju dalam hal tata kelola, namun tetap memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan unik yang ada di Indonesia. Sinergi antara standar global dan realitas lokal menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, dan sistem pembayaran.

Dalam paparannya, Aida menjabarkan tiga pilar pendekatan strategis yang akan menjadi kompas kebijakannya jika terpilih kembali sebagai Deputi Gubernur Senior. Pilar pertama adalah "Adaptif". Aida menyoroti betapa cepatnya perubahan lanskap ekonomi global akibat disrupsi teknologi dan perubahan geopolitik. Oleh karena itu, BI dituntut untuk menjadi institusi yang responsif. Adaptabilitas ini tidak hanya mencakup respons kebijakan moneter, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital BI agar tetap relevan di era ekonomi digital yang bergerak dinamis.

Lebih jauh, Aida menekankan pentingnya sinergi yang lebih erat dengan instrumen fiskal pemerintah serta lembaga baru seperti Danantara. Menurutnya, koordinasi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal merupakan kunci dalam menghadapi tantangan ketidakpastian global. Dengan sinergi yang kuat, BI dapat berperan lebih aktif sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, tanpa harus mengorbankan independensinya sebagai otoritas moneter yang menjaga stabilitas harga.

Pilar kedua dalam visi Aida adalah penguatan "Kredibilitas". Kredibilitas bank sentral dibangun di atas kepercayaan publik dan pelaku pasar. Aida berencana untuk memperkuat komunikasi kebijakan yang lebih transparan dan berbasis data (data-driven policy). Ia meyakini bahwa transparansi adalah kunci agar pasar dapat mengantisipasi langkah-langkah BI dengan lebih baik, sehingga volatilitas di pasar keuangan dapat diminimalisir. Aida ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh Dewan Gubernur BI dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh pemangku kepentingan, dari pelaku industri besar hingga masyarakat luas.

Pilar ketiga adalah "Inklusivitas". Dalam pandangan Aida, pertumbuhan ekonomi yang hanya dirasakan oleh segelintir pihak tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, kebijakan BI harus diarahkan untuk mendukung inklusi keuangan, terutama bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan (unbanked). Melalui digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS dan pengembangan layanan keuangan digital, Aida berharap BI dapat menjadi katalisator bagi pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok Indonesia.

Aida S. Budiman Bertekad Bawa Bank Indonesia Jadi yang Terbaik di Emerging Markets

Dalam sesi pendalaman bersama anggota DPR, Aida juga menyinggung mengenai tantangan ekonomi domestik ke depan. Inflasi yang terkendali, stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah penguatan mata uang asing, serta transisi menuju ekonomi hijau menjadi perhatian utama. Aida menyatakan bahwa BI harus memelopori kebijakan keuangan berkelanjutan (sustainable finance) untuk mendukung transisi energi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emission pada tahun-tahun mendatang, di mana peran sektor keuangan sangat krusial dalam menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek ramah lingkungan.

Pengalaman Aida S. Budiman yang panjang di internal Bank Indonesia, mulai dari sisi moneter hingga sistem pembayaran, menjadi modal kuat dalam memahami kompleksitas tugas seorang Deputi Gubernur Senior. Ia telah terlibat dalam berbagai kebijakan krusial, termasuk saat masa pemulihan ekonomi pascapandemi yang menuntut kreativitas dan keberanian dalam mengambil langkah kebijakan moneter non-konvensional. Aida menegaskan bahwa pengalaman tersebut akan ia gunakan untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional yang lebih tangguh menghadapi guncangan eksternal.

Anggota Komisi XI DPR RI dalam RDPU tersebut memberikan apresiasi terhadap visi yang dipaparkan. Beberapa anggota dewan menyoroti perlunya BI untuk tetap menjaga independensinya di tengah tekanan politik yang sering kali muncul di tahun-tahun pemilihan atau transisi ekonomi. Aida menjawab dengan tegas bahwa independensi BI adalah mutlak dan dijamin oleh undang-undang, namun independensi tersebut tetap harus dibarengi dengan akuntabilitas kepada publik dan kolaborasi strategis demi kepentingan nasional.

Menutup paparannya, Aida mengungkapkan bahwa menjadi bank sentral terbaik di dunia emerging markets adalah sebuah mimpi besar yang realistis jika seluruh jajaran BI bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat inovasi. Ia ingin meninggalkan warisan institusi yang tidak hanya disegani di kancah internasional, tetapi juga dicintai dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia. Baginya, kesuksesan kebijakan moneter diukur bukan hanya dari angka-angka makro ekonomi yang stabil, tetapi dari bagaimana stabilitas tersebut diterjemahkan menjadi daya beli yang terjaga, lapangan kerja yang tercipta, dan pertumbuhan ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan visi yang komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada hasil, Aida S. Budiman menunjukkan kesiapannya untuk memikul tanggung jawab besar sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Tantangan yang ada di depan mata tentu tidak mudah, mulai dari fluktuasi harga komoditas global hingga tantangan digitalisasi ekonomi. Namun, dengan pendekatan yang ia tawarkan, diharapkan Bank Indonesia dapat terus menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor penggerak bagi kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan, menjadikannya model bagi negara-negara berkembang lainnya dalam mengelola kebijakan ekonomi di era ketidakpastian.

Proses uji kelayakan ini menandai langkah penting dalam kesinambungan kepemimpinan di Bank Indonesia. Komisi XI DPR RI kini tengah menimbang visi dan misi tersebut sebelum memberikan persetujuan akhir. Jika terpilih, Aida S. Budiman dipastikan akan menjadi sosok kunci yang akan mengawal arah kebijakan moneter dan sistem pembayaran nasional selama periode kepemimpinannya, membawa Bank Indonesia menapaki babak baru menuju masa depan yang lebih kokoh, inklusif, dan berdaya saing global. Kepercayaan yang diberikan oleh legislatif kepada Aida nantinya akan menjadi mandat yang sangat penting untuk mewujudkan visi "BI Terbaik di Emerging Markets", sebuah visi yang tidak hanya membanggakan secara institusional, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemakmuran bangsa.

    Tags: Untagged

    Leave a Comment