Kaltim Ukir Sejarah, Tembus Lima Besar MTQ VIII KORPRI 2026
Kalimantan Timur (Kaltim) resmi mencatatkan sejarah baru dalam peta kekuatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI tingkat nasional. Pada perhelatan MTQ VIII KORPRI 2026 yang digelar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kontingen Kaltim sukses mengamankan posisi lima besar juara umum. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah lonjakan prestasi yang sangat signifikan dibandingkan dengan edisi sebelumnya pada MTQ VII KORPRI 2024 di Palangka Raya, di mana saat itu Kaltim masih berada di luar jajaran lima besar nasional.
Keberhasilan ini menjadi momentum yang sangat membanggakan bagi seluruh elemen birokrasi di Benua Etam. Ketua Bidang Kerohanian dan Seni Budaya Dewan Pengurus KORPRI Kaltim, Arief Murdiyatno, menyatakan bahwa raihan posisi kelima ini adalah buah dari kerja keras kolektif, persiapan yang sangat matang, serta dedikasi tinggi dari para peserta selama masa pelatihan. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, tim pelatih, pendamping, hingga jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan moral maupun finansial sejak awal kompetisi hingga malam penutupan di Alun-Alun Citra Mas Pangkep, Sabtu (29/8/2026).
Prestasi gemilang tersebut dipastikan setelah Dewan Hakim mengumumkan perolehan poin akhir dan daftar peraih medali pada malam penutupan yang meriah. Kafilah Kaltim berhasil mengumpulkan total 14 medali dan penghargaan bergengsi dari berbagai cabang lomba. Berdasarkan keputusan resmi Dewan Hakim, posisi Juara Umum MTQ VIII KORPRI 2026 jatuh ke tangan Kafilah Sumatera Barat yang tampil perkasa dengan perolehan 160 poin. Sementara itu, tuan rumah Sulawesi Selatan menempati posisi kedua dengan 125 poin, disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan 103 poin, dan Jawa Timur di peringkat keempat. Kalimantan Timur mengunci posisi kelima, mengungguli puluhan kontingen provinsi serta kementerian dan lembaga lainnya.
Kekuatan kafilah Kaltim yang berkekuatan 38 peserta putra dan putri terbukti sangat dominan di beberapa cabang kunci. Mereka berhasil merebut lima gelar Juara I, yang menjadi penyumbang poin terbesar bagi daerah. Gelar terbaik tersebut dipersembahkan oleh Muhammad Abdan pada cabang Tartil, pasangan Pajriatinur dan Nur Aisyah Ulfah pada cabang Haflah, Yuliansyah pada cabang Khutbah Jumat, Syaiful pada cabang Doa, serta Nanang Faisol Hadi yang unggul dalam Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Selain lima gelar juara utama, Kaltim juga membuktikan konsistensinya dengan menyabet empat gelar Juara II yang diraih oleh Siti Hidayati (Tilawah), pasangan M. Miftahul Ihsan dan Ibnu Sina (Haflah), Emy Rachmawati (Doa), serta Akhmad Aditya Rahmad pada cabang Cipta dan Baca Puisi. Raihan poin Kaltim semakin kokoh berkat torehan gelar juara harapan yang disumbangkan oleh Firdatul Khairiyah (Harapan I Tartil), M. Iqbal Wi’an Ekaputra (Harapan II Hadis), Firmansyah Asnur (Harapan III Dakwah), Hamsinah (Harapan III Khat Lukis Kontemporer), dan Nurhalimah (Harapan III KTIQ).
Keberhasilan ini menegaskan bahwa pembinaan di internal KORPRI Kaltim telah berjalan di jalur yang tepat. Arief Murdiyatno menambahkan bahwa prestasi ini bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan pada ajang-ajang berikutnya. "Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai standar baru bagi Kaltim dalam mengikuti ajang nasional. Evaluasi akan segera kami lakukan agar pada penyelenggaraan mendatang, posisi kami bisa lebih baik lagi," ujarnya di Samarinda, Senin.
Dalam sambutannya saat menutup kegiatan, Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya esensi dari ajang MTQ bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Menag, MTQ KORPRI tidak boleh hanya berhenti sebagai ajang perlombaan untuk mengejar medali atau predikat juara umum semata. Ajang ini seharusnya menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan birokrasi, etika kerja, dan pelayanan publik sehari-hari.
"Musabaqah ini boleh berakhir malam ini, tetapi tugas kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an justru harus semakin kuat," tegas Menag Nasaruddin. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang ASN bukan diukur dari seberapa banyak piala yang dipajang di kantor, melainkan sejauh mana ayat-ayat suci Al-Qur’an mampu memengaruhi cara mereka berpikir, bersikap, mengambil kebijakan, dan melayani masyarakat. Di tangan para ASN inilah, nilai-nilai Al-Qur’an harus mewujud dalam kebijakan publik yang adil, jujur, dan berintegritas.
Ajang MTQ VIII KORPRI 2026 yang berlangsung sejak 23 Agustus 2026 ini tercatat sebagai salah satu perhelatan terbesar dalam sejarah KORPRI. Sebanyak 1.173 peserta yang berasal dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga ikut ambil bagian. Besarnya partisipasi ini menunjukkan antusiasme yang tinggi di kalangan ASN di seluruh Indonesia untuk berkompetisi dalam bidang keagamaan.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, keberhasilan menembus jajaran elit nasional ini adalah kebanggaan tersendiri. Kaltim kini dipandang sebagai salah satu kekuatan baru dalam pembacaan, penghafalan, dan pemahaman Al-Qur’an di kalangan birokrasi. Hal ini sejalan dengan visi daerah untuk membentuk SDM yang tidak hanya unggul secara intelektual dan manajerial, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Keberhasilan ini juga menjadi modal berharga bagi Kaltim untuk terus memperkuat program pembinaan yang berkelanjutan. Kedepannya, Dewan Pengurus KORPRI Kaltim berencana untuk memperluas jangkauan pembinaan, tidak hanya bagi mereka yang sudah memiliki bakat, tetapi juga bagi para ASN muda yang memiliki minat dalam seni baca dan pemahaman Al-Qur’an. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan Kaltim dapat melahirkan lebih banyak lagi talenta-talenta emas yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Kisah sukses Kaltim di Pangkep ini diharapkan mampu menginspirasi daerah lain untuk terus berbenah. Persaingan yang semakin ketat di setiap edisi MTQ KORPRI menuntut setiap daerah untuk melakukan pembaruan metode pelatihan. Kaltim sendiri telah menunjukkan bahwa dengan sinergi antara kafilah, pelatih, dan dukungan pemerintah, target yang sulit sekalipun dapat dicapai.
Di sisi lain, publik Kaltim menyambut baik capaian ini. Keberhasilan para ASN di ajang MTQ menunjukkan bahwa di balik kesibukan memberikan pelayanan publik, para abdi negara ini tetap mampu menjaga kualitas spiritual dan kedekatan dengan kitab suci. Ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat bahwa birokrasi di Kaltim diisi oleh individu-individu yang berakhlak mulia.
Sebagai penutup, perjalanan Kaltim dari luar lima besar menuju posisi lima besar nasional adalah bukti bahwa konsistensi dalam pembinaan tidak pernah mengkhianati hasil. Dengan semangat yang sama, Kaltim siap menatap tantangan di ajang MTQ KORPRI masa mendatang dengan target yang lebih tinggi lagi, demi terus mengharumkan nama daerah dan mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam setiap langkah pengabdian sebagai ASN.
